Trias Kuncahyono
Langit mulai agak mendung ketika kaki melangkah menyusuri trotoar, sisi kanan sepanjang Jalan Chang’an, dari arah timur. Pohon mapel berderet tegak, hijau daunnya. Rerumputan sepanjang trotoar itu juga hijau. Tak ada pedagang kaki lima. Yang ada hanyalah pejalan kaki dari kedua arah, orang bergerombol berdiri atau duduk di tepi trotoar, dan polisi.
Jalan Chang’an membujur dari timur ke barat, menembus Lapangan Tiananmen. Inilah lapangan yang sangat kondang, tidak hanya di Beijing, Tiongkok, tempat lapangan itu berada, juga tidak hanya di seluruh Tiongkok, tetapi ke seluruh dunia. Ia sama masyhur antara lain dengan Lapangan Merah di Rusia atau Lapangan Tahrir di Kairo, tempat peristiwa bersejarah sekaligus berdarah terjadi.