Tampilkan postingan dengan label Syarif Hidayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syarif Hidayat. Tampilkan semua postingan

04/02/14

Demokrasi Simbolik

Syarif Hidayat

KIRANYA cukup relevan menggunakan terminologi ”demokrasi simbolik” dalam menjelaskan  realitas bias demokrasi yang terjadi di Tanah Air saat ini.

Hal itu ditandai adanya perluasan arena dan penguatan institusi demokrasi, tetapi minus kapasitas demokrasi. Akibatnya, tidak mengherankan jika kemudian demokrasi telah lebih banyak diekspresikan dalam bentuk tindak kekerasan dan praktik politik transaksionis.

16/01/14

Demokrasi Simbolik

Syarif Hidayat

KIRANYA cukup relevan menggunakan terminologi ”demokrasi simbolik” dalam menjelaskan  realitas bias demokrasi yang terjadi di Tanah Air saat ini. Realitas ini ditandai oleh adanya perluasan arena dan penguatan institusi demokrasi, tetapi minus kapasitas demokrasi.

Data Indeks Demokrasi Indonesia yang dipublikasikan Bappenas, BPS, dan Kemenko Polhukam  bekerja sama dengan UNDP sangat jelas memperlihatkan tiga tahun terakhir (2010-2012) tren capaian indeks nasional (rata-rata 33 provinsi) untuk aspek Kebebasan Sipil selalu di atas angka 75. Lebih spesifik, capaian indeks aspek Kebebasan Sipil tahun 2010-2012 masing-masing  82,53; 80,79; dan 77,94.