Tampilkan postingan dengan label Bre Redana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bre Redana. Tampilkan semua postingan

05/07/15

Barcelona-Montserrat

BRE REDANA

Tak terbayangkan Barcelona tanpa Antoni Gaudi. Karya- karya peninggalan arsitek besar yang tersebar di seluruh kota itulah yang menjadikan Barcelona berbeda dibandingkan kota-kota lain di Eropa. Tidak sanggup menemukan superlatif untuk menggambarkan kebesaran Gaudi. Melihat karya-karyanya, antara lain Sagrada Familia, menjadi optimistis bahwa media cetak tidak akan pernah mati oleh desakan media digital.

Apa hubungan arsitektur dengan media cetak?

14/06/15

Yogya-Magelang

Bre Redana

Bolak-balik Yogya-Magelang kali ini serasa berada dalam kereta Seni Ekspres—untuk membandingkan dengan kereta jurusan Yogya-Solo bernama Prambanan Ekspres. Peristiwa seni membludag di Yogya bulan Juni ini. Magnitude-nya mencapai bukan saja Jakarta tapi juga kota-kota di Asia seperti Singapura, Hongkong, serta sejumlah kota di Eropa. Kalangan seni rupa terdiri dari perupa, kolektor, pengamat, art dealer, gallerist, artpreneur, dari kota-kota dunia tumpah ruah di Yogya.

Kalau di Yogya seluruh acara dibingkai dalam Jogja Art Weeks (JAW) dengan 100 lebih program, di Magelang ada Magelang Art Event di mana belasan galeri di kota ini secara bersamaan menyelenggarakan pameran. Dalam dinamika seni rupa kontemporer Indonesia, Magelang harus disebut, terutama karena adanya kolektor terkemuka di kota itu, Oei Hong Djien atau biasa dipanggil OHD. Tak ada yang meragukan sumbangan dia dalam mengorbitkan para perupa kontemporer Indonesia yang kebanyakan tinggal di Yogya.

13/04/14

Para Caleg Kita


Bre Redana

Ketika pulang kampung di Jawa Tengah beberapa bulan sebelum pemilu lalu, salah satu anak perempuan famili mendekati saya. Tak jelas bagaimana kaitan keluarga kami, tapi di kampung kami semua merasa bersaudara. Mungkin tahu beberapa saudara istri saya tinggal di Hongkong, dia meminta saya membantunya mencarikan pekerjaan di Hongkong. Istilahnya sebagai TKI alias tenaga kerja Indonesia.

”Tapi kepastiannya setelah pemilu April nanti,” ucapnya.

”Kenapa?” tanya saya.

”Saya akan nyaleg dulu. Kalau terpilih, ya, tak jadi cari kerja di Hongkong.”

12/01/14

Kota Lama

Bre Redana

Kota kelahiran saya, pernahkah saya benar-benar memperhatikan perubahannya? Ibu meninggal di pengujung tahun 2013. Seiring dikebumikannya jasad Ibu, mendadak saya merasa, dikebumikan pula kota lama yang sekarang sudah sangat jauh berubah, yang teramati detailnya selama beberapa hari saya pulang dan tinggal di situ.

Peta kota berubah. Dulu, jalan cukup penting adalah jalan-jalan yang menghubungkan pusat kota dengan desa-desa sekitar. Melalui jalan-jalan itu, orang-orang desa menyuplai kebutuhan kota dengan hasil bumi. Hubungan kami dengan bumi yang menghidupi kami konkret, termanifestasi dalam sosok para penjual sayur-mayur, buah, bunga, yang setiap pagi masuk kota dan meninggalkannya siang atau petang hari. Khusus ternak, ada hari pasar, jatuh pada penanggalan Jawa, Legi. Tanpa melihat kalender, kalau tampak orang-orang membawa sapi atau kambing ke kota pasti itu Legi.