Azyumardi Azra
Perlukah Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dirombak? Isu ini telah menjadi wacana publik dalam beberapa pekan terakhir. Tuntutan reshuffle kian gencar datang dari kalangan pengamat politik, ekonomi, dan pengusaha, juga dari partai pendukung pemerintah, seperti PDI-P.
Alasan perlunya reshuffle kabinet terutama terkait kinerja kebanyakan menteri yang menurut berbagai survei jauh dari memuaskan. Setelah enam bulan menjabat menteri, daya serap anggaran banyak kementerian masih sekitar 18,5 persen. Karena itu, kebanyakan menteri belum benar-benar ”bekerja” meski nama kabinetnya adalah ”kabinet kerja”.