Radhar Panca Dahana
Belakangan mulai banyak pihak yang bicara tentang sebuah terma populer, tetapi obskur dalam pemaknaan, apalagi aplikasinya: bahari atau maritim (maritime). Sejak lebih satu dekade lalu saya menulis banyak perihal lema itu. Tidak hanya makna kata tersebut dapat menjadi penjelas realitas faktual, historis, dan kultural jati diri kita, tetapi juga sesungguhnya dapat menjadi solusi terbaik bagi realitas eksistensial dalam menjawab semua persoalan kontemporernya.
Tentu saja, penjelasan untuk itu tidak dapat diselesaikan dengan satu pukulan saja. Berapa pun jumlah halaman dan buku tentang hal itu, kata atau terma itu harus menjadi diskursus kolektif kita sehingga menjadi komprehensi bersama, terinternalisasi bersama, dan menjadi konsensus yang menghasilkan semacam Weltanschauung atau sangkan paraning dumadi-nya orang Jawa ataupun berbagai bentuk visi kehidupan dari berbagai suku. Dari situ kita akan paham kenyataan konstitutif tentang kita: ada di mana, dari mana, akan ke mana, dan bagaimana caranya.