F Rahardi
KETAHANAN pangan di Indonesia sungguh rawan. Arealnya terus berkurang dan sering terancam bencana alam. Salah satu faktor pemicu kelemahan ini adalah pengelolaan makanan pokok yang lebih terfokus pada beras. Jagung yang potensial saja lebih banyak digunakan untuk pakan ternak, apalagi umbi-umbian, seperti ubi jalar, keladi, talas, suweg, dan uwi-uwian (genus Dioscorea).
Tahun 1970, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) masih mencatat Indonesia menghasilkan umbi-umbian 1,2 juta ton. Tahun 1980, produksi umbi-umbian Indonesia turun tinggal 0,35 juta ton, dan setelah itu menghilang dari data FAO. Produksi ubi jalar nasional kita turun dari 2,1 juta ton (1970) jadi 2 juta ton (1980). Lalu turun lagi jadi 1,9 juta ton (1990); dan 1,8 juta ton (2000). Pada 2010 naik lagi menjadi 2 juta ton.