A Prasetyantoko
Minggu lalu, perekonomian domestik (kembali) diuji. Nilai tukar melemah dan ditutup pada Rp 13.336 per dollar Amerika Serikat atau terdepresiasi sekitar 7 persen terhadap posisi di awal tahun. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan berada pada level 4.935 atau melemah 5,6 persen dibandingkan dengan posisi pada awal tahun. Investor asing melakukan penjualan bersih senilai lebih dari Rp 7 triliun sejak awak Juni.
Singkatnya, telah terjadi ”pelarian modal” yang berpotensi memicu efek multiplikasi negatif pada perekonomian domestik. Pertama, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) bertenor 10 tahun menjadi 8,69 persen atau naik sekitar 52 basis poin dibandingkan dengan awal bulan, serta 89 basis poin jika dibandingkan dengan awal tahun. Jika pelarian modal terus berlanjut, beban biaya penerbitan obligasi pemerintah akan terus meningkat. Kedua, beban impor juga naik sehingga defisit neraca transaksi berjalan berpotensi melebar.