Herdi Sahrasad
Selama masa kampanye Pemilihan Presiden 2014, Joko Widodo acap kali melontarkan pernyataan bahwa pemerintahannya tidak akan berutang untuk membiayai belanja negara. Jokowi menyatakan, belanja negara dibiayai dengan uang yang ada tanpa harus mengandalkan utang. Dalam kampanyenya itu, Jokowi menyatakan hendak mewujudkan kemandirian ekonomi sesuai Trisakti Soekarno dan Nawacita.
Ironisnya, utang luar negeri justru mengalami peningkatan selama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan kenaikan utang luar negeri pemerintah lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan utang swasta. Selama lima bulan Jokowi-JK memimpin negara, utang luar negeri pemerintah melonjak tajam. Para menteri perekonomian di Kabinet Kerja terbukti relatif mandul dan inkompeten untuk mencari terobosan agar Indonesia tidak mengutang lagi. Akibatnya, ketergantungan kepada asing untuk mengutang semakin besar.