Tampilkan postingan dengan label Rene L Pattiradjawane. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rene L Pattiradjawane. Tampilkan semua postingan

24/06/15

Antara Asia Ekonomi dan Asia Keamanan

Rene L Pattiradjawane

Dialog tahunan AS-RRT yang disebut Zhong-Mei Zhanlue yu Jingji Duihua (Dialog Ekonomi dan Strategi AS-RRT) yang ketujuh dimulai Selasa (23/6) di Washington, AS, agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dialog dua negara kekuatan ekonomi dunia ini yang berlangsung di tengah hiruk-pikuk pembangunan ”pulau palsu” di Laut Tiongkok Selatan ini dikecam banyak negara, terutama AS, sebagai permainan dominasi dan hegemoni Tiongkok di Asia Pasifik.

23/04/14

Melindungi Mimpi ASEAN

Rene L Pattiradjawane

MENULIS mengenai masalah-masalah hubungan internasional dan diplomasi pada tahun 2014 ke depan akan menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, persoalan nasionalisme, regionalisme, dan multilateralisme sekarang berhadapan dengan jalur patahan (fault lines) tatanan hubungan internasional dan diplomasi selama lima tahun terakhir di semua sisi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di sisi lain, dampak berbeda dan implikasi krisis ekonomi yang mulai melanda kawasan Asia akibat luberan krisis keuangan di AS dan krisis zona euro, ketika situasi regional di banyak negara Asia secara utuh menggambarkan logika Doktrin Natalegawa yang dicetuskan Menlu Marty Natalegawa tentang dynamic equilibrium (kesetimbangan dinamis).

16/04/14

Ancaman Perlambatan Pertumbuhan Tiongkok

Rene L Pattiradjawane

APA yang terjadi seandainya laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun terlalu cepat? Tak ada yang tahu jawabannya dan tak ada yang bisa memberikan gambaran bahwa perekonomian Tiongkok tak akan turun. Yang kita tahu, dampak penurunan laju pertumbuhan Tiongkok akan krusial, tidak hanya bagi Tiongkok, tetapi juga bagi perekonomian dunia.

Awal April, Perdana Menteri Li Keqiang berjanji mempercepat konstruksi jaringan kereta api dan perumahan bagi orang- orang tidak mampu, sebagai upaya menahan kemerosotan pertumbuhan dan jaminan bagi investor domestik dan internasional bahwa Beijing tak akan membiarkan ekonominya bergerak terlalu lambat.

13/04/14

Asianisasi Menuju Tata Dunia Baru

Rene L Pattiradjawane

Belum pernah sejarah hubungan internasional di kawasan Asia menjadi sangat tegang, bergema riuh rendah dalam ”perang diplomasi” sejak dimulainya Perang Dingin seperti pada dekade 1950-an. Menghadapi ”Abad Asia”, semua negara-bangsa berebut pengaruh, menekan ancaman yang dihadapi negara-negara Asia ke titik konflik terbuka melalui wilayah-wilayah klaim tumpang tindih kedaulatan.

Sejumlah negara mulai memaksakan perubahan situasi geopolitik, menghadapi ”kebangkitan Tiongkok” sebagai ancaman yang berpotensi mengganggu kesinambungan stabilitas dan perdamaian kawasan. Perubahan geopolitik kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara, menjadi berubah ketika banyak negara, terutama Amerika Serikat menjelang kunjungan Presiden Barack Obama, melihat perilaku Beijing sebagai berpengaruh terhadap ”destabilisasi” kawasan.

05/02/14

Memo kepada PM Jepang Shinzo Abe

Rene L Pattiradjawane

Dari: Sahabat negara Anda

Yang Mulia Perdana Menteri Abe, kami di Jakarta ingin memberikan selamat kepada ”Abenomics” yang mulai menunjukkan tanda kehidupan kembali sesuai janji Anda Desember 2012 setelah terpilih kembali menjadi perdana menteri. Deflasi di Jepang selama dua dekade berhenti dan pertumbuhan pun memanas mencari akselerasi momentumnya.

Kebijakan ”Abenomics” melalui penguasaan Partai Demokrat Liberal (LDP) di dua kamar parlemen memastikan kebijakan Anda bergerak seperti yang diinginkan mencapai target pertumbuhan 1,8 persen tahun ini. Program memudahkan moneter secara kuantitatif dan kualitatif bank sentral Jepang menyebabkan inflasi sesuai jalur yang diharapkan.

29/01/14

Pilihan Strategis Hapus Dua Tiongkok

Rene L Pattiradjawane

ADA perkembangan penting dalam hubungan Tiongkok-Taiwan, rencana pertemuan pejabat pemerintahan masing-masing di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur. Menurut rencana, Ketua Dewan Urusan Masalah Daratan Tiongkok Wang Yu-chi akan bertemu dengan Ketua Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara Tiongkok (kabinet) Zhang Zhijun dua pekan menjelang perayaan Cap Go Meh bulan depan.

Pertemuan yang pertama kali kedua pejabat negara ini jadi penting bukan hanya mencari solusi damai kedua pihak yang secara teknis masih dalam kondisi perang saudara, melainkan juga akan mengubah konstelasi geopolitik di kawasan Asia Timur. Tak disebutkan agenda pembahasan Wang-Zhang ini. Pihak Taiwan dalam percakapan dengan Kompas, pekan lalu, menyebutkan salah satunya adalah mencoba mencari modalitas bagi Presiden Taiwan Ma Ying-jeou untuk bisa berkunjung ke daratan Tiongkok di sela-sela pertemuan APEC akhir tahun ini.

15/01/14

Demokrasi Gerutu

Rene L Pattiradjawane

MENDIANG PM Inggris Margareth Thatcher mungkin benar ketika mengatakan, ”In politics, if you want anything said, ask a man. If you want it done, ask a woman.” Dan ini dibuktikan Thatcher, PM Golda Meir dari Israel, Kanselir Angela Merkel dari Jerman, Eva Perón dari Argentina, atau mendiang Indira Gandhi dari India. Di Asia Tenggara fenomena ini hampir benar, ketika para wanita dipercaya memimpin negara seperti Megawati Soekarnoputri, Gloria Macapagal dari Filipina, Presiden Korsel Park Geun-hye, atau PM Thailand Yingluck Shinawatra.

Di Thailand mungkin menjadi berbeda ketika kelompok oposisi menjadi keras kepala menolak semua tawaran politik yang diajukan pemerintah berkuasa. Berbagai tuduhan saling dilempar oleh Partai Demokrat yang menguasai jalan-jalan di Bangkok, dan Thailand mengalami fase ketidakpuasan demokrasi dan mulai kehilangan kepercayaan atas demokrasi yang membentuk berbagai pemerintahan berkuasa.

12/01/14

Membongkar Akar Mata Uang Dunia

Rene L Pattiradjawane

Sepanjang tahun 2014 akan ada fenomena baru menarik, berdampak pada perubahan struktur ekonomi global dan menghadirkan model baru transaksi ekonomi dan perdagangan yang belum ada presedennya. Ketika mata uang digital menjadi impian selama dua dekade sejak ledakan eksponensial internet terjadi, Bitcoin yang dimulai pada tahun 2009 memperoleh momentumnya ketika lembaga tradisional perbankan di berbagai negara mulai melirik fenomena ini.

Tahun 1999, seorang anak muda Shawn Fanning berusia 18 tahun, berhasil mengubah industri musik selamanya ketika mengembangkan jasa digital pertukaran musik disebut Napster. Teknologi yang disebut peer-to-peerini memungkinkan orang memperoleh musik digital dalam kualitas sama produksi label secara gratis, memorakporandakan keseluruhan industri musik, walaupun akhirnya kalah di pengadilan pada tahun 2001.

04/12/13

Politik Global dan Kemelut WTO

Rene L Pattiradjawane

DI tengah dinamika ekonomi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik, masih melemahnya kawasan Amerika Utara dan Eropa akibat krisis keuangan 2008 dan resesi yang mengikutinya, serta perubahan lanskap geopolitik, tuntutan keterbukaan dan pengaturan tata perdagangan dunia melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang pekan ini bersidang di Bali, Indonesia, dirasakan masih relevan.

Perdagangan akan tetap menjadi arena globalisasi di mana kerja sama internasional dan berbagai pengaturannya bekerja saling menguntungkan. Kita melihat WTO sebagai lembaga internasional yang menghancurkan sendi-sendi ketradisionalan perekonomian kita, tetapi secara bersamaan kehadiran WTO mendorong terjadinya liberalisasi otonomi di banyak negara memacu reformasi perdagangan berbagai sektor perekonomian.

07/10/13

Jabatan Geopolitik ala Perang Dingin

Rene L Pattiradjawane

Apakah kita perlu paradigma baru dalam dunia yang terkotak-kotak dalam regionalisme dan multilateralisme? Di tengah kemelut resesi dunia yang berkepanjangan serta persoalan perseteruan kebijakan politik domestik AS, ada kecenderungan baru, yakni mendorong liberalisasi perdagangan dan investasi yang secara ”siluman” dicampur kepentingan geopolitik negara besar.

Tidak mengherankan pelaksanaan KTT APEC di Bali menekankan pentingnya ketahanan anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, agar pertumbuhan wilayah ini tetap menjadi motor pertumbuhan dunia. Bagi Indonesia, kebangkitan China dan pergeseran kebijakan poros AS ke kawasan Asia akan menghadirkan situasi geopolitik baru.

Kita khawatir bahwa Deklarasi Bogor yang dicapai dalam KTT APEC 1994 bagi pelaksanaan liberalisasi penuh didukung semua pihak menjadi tersendat karena perubahan globalisasi yang makin deras dengan ayunan pendulum yang terus bergerak secara dinamis dan drastis dari satu kawasan ke kawasan lain.
Kawasan Asia-Pasifik menjadi paling dinamis dengan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan mencengangkan banyak pihak, termasuk adidaya AS yang rontok karena krisis keuangan 2008 dan kesulitan merevitalisasi kekuatan militernya pasca-Irak dan Afganistan.

19/09/13

Politik Rasialis “Biarawan Gila”

Rene L Pattiradjawane

Pernyataan calon Menlu Australia yang baru, Julie Bishop, yang berada di bawah PM Tony Abbott mengakhiri kekuasaan Partai Buruh selama enam tahun dengan tersingkirnya Kevin Rudd, menerapkan kebijakan tanpa persetujuan Indonesia terkait manusia perahu, adalah arogansi yang tidak kita harapkan dari hubungan bilateral.

Menlu Marty Natalegawa mengatakan kebijakan itu tidak sejalan dengan kemitraan kedua negara (Kompas, 17/9). Kita pun melihat kebijakan baru ”mad monk” (biarawan gila, sebutan Abbott oleh pers Australia ketika ia masih menjadi anggota parlemen karena sangat agresif) bisa merusak tatanan hubungan Indonesia-Australia.

Keputusan Abbott menggelar ”Operasi Perbatasan Berdaulat” di bawah seorang jenderal bintang tiga menjadi serangan langsung kedaulatan Indonesia dengan cara membeli kapal-kapal nelayan Indonesia agar tidak bisa dipakai para pengungsi serta mengirim polisi membayar warga Indonesia yang melaporkan adanya orang asing di wilayah mereka.