04/11/09

Dukungan dari Jagat Maya

Seiring dengan maraknya kasus penahanan dua unsur pimpinan nonaktif KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, muncul dukungan luas dan sangat besar.

Dukungan muncul dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas, di dalam dan luar negeri. Selain mewujud di jagat riil seperti demo, dukungan juga mewujud di jagat maya (virtual). Senin (2/11), dukungan melalui situs jejaring sosial Facebook dilaporkan sudah mendekati 300.000.

Fakta di atas meneguhkan setidaknya dua hal. Yang pertama, dukungan terhadap Chandra dan Bibit dari berbagai kalangan sangat besar. Ini mungkin di luar dugaan otoritas pemerintahan yang mengambil keputusan penahanan kedua tokoh KPK di atas. Berikutnya, kita melihat bahwa dukungan tersebut telah melintas batas, tidak hanya di dunia riil, tetapi juga di dunia maya, yang hari-hari ini semakin besar pengaruhnya.

Kini, masyarakat Indonesia juga telah menjadi masyarakat multimedia. Ini berarti, dalam memperoleh informasi, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan media lama seperti surat kabar dan televisi serta radio, tetapi juga internet dan seluler.

Memang sebagian, khususnya yang berusia setengah baya atau lebih tua, masih lebih familier dengan media lama. Akan tetapi, masyarakat muda, atau yang lahir di akhir 1980-an dan awal 1990-an ke atas, umumnya lebih akrab dengan media digital. Inilah generasi digital.

Mereka inilah yang kini banyak mengambil prakarsa di ranah online. Ada yang punya obsesi di bidang bisnis, ada yang asyik menekuni teknologi, tetapi tidak sedikit pula yang antusias memanfaatkan jejaring sosial untuk mendukung satu tujuan perjuangan atau cita-cita luhur. Mendukung KPK yang sejauh ini dipandang sebagai instrumen efektif untuk pemberantasan korupsi, juga dua unsur pimpinannya yang dinilai diperlakukan tidak adil, termasuk dalam apa yang dipersepsikan sebagai upaya luhur.

Mereka yang menggalang dukungan melalui jejaring sosial online, selain mendapatkan pendukung, juga mendapatkan komentar yang blakblakan, memberi kesan bahwa yang disampaikan adalah suara hati nurani. Harus diakui, sekarang ini lingkup penggunaan media baru semakin luas. Dulu kita mulai menyaksikan pemanfaatan seluler, juga pengiriman berita melalui laptop, dari kawasan Gedung DPR menjelang puncak gerakan reformasi Mei 1998.

Di pengujung dekade pertama abad ke-21, sudah umum politisi yang turun dalam pemilihan memanfaatkan media baru untuk kampanyenya. Kandidat Presiden AS Barack Obama adalah contohnya.

Jadi, kalau untuk KPK dan dua unsur pimpinannya kini mengalir dukungan via internet dan SMS, maka itulah wujud dukungan dari masyarakat baru, yang tersebar di berbagai penjuru dunia, dari rentang usia yang amat beragam, dan tentunya merupakan aspirasi yang sulit diabaikan.

TAJUK RENCANA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar